B. Indonesia

Pertanyaan

Tolong buatin percakapan 7 orang yang lucu

1 Jawaban

  • PROLOG :

    Suatu hari hiduplah sepasang suami istri di sebuah desa yang rukun dan damai. Mereka saling membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah.

    DIALOG :

    Pak Karno :”Ada yang bisa ayah bantu, Bu?’

    Bu Sri : “Ayah sudah selalu membantu ibu kok yah…”

    Pak Karno:”Ah yang benar bu?”

    Bu Sri :”Iya, ayah kan sudah membantu ibu untuk bahagia memiliki seisi dunia yah…”

    Pak Karno :”Lho kok bisa bu? Lha wong kita makan saja pas-pasan bu (sambil tertawa).”

    Ibu :”Iih ayah, memiliki ayah itu sudah sama halnya dengan memiliki seisi dunia. Begitu maksud ibu, Ayah..”

    Ayah :”Oh jadi itu maksudnya bu. Ya..ya..ayah kan gendut ya bu, jadi seperti seisi dunia ya? (Tertawa lebar)”

    Ibu :”Ya begitulah kira-kira yah.. (ikut tertawa)”

    Pak Karno adalah seorang petani dan bu Sri sering membantunya di kebun. Hari demi hari mereka lalui berdua dengan penuh ketenangan hingga begitu tenang dan menyeramkan. Tak ada suara selain suara Pak Karno, Bu Sri, radio, dan gemericik air. Ya, mereka belum memiliki seorang anak hingga di usia menjelang senja.

    Pak Karno :”Bu…”

    Bu Sri :”Iya Pak?”

    Pak Karno :”Apa ibu tidak merasa kesepian yang luar biasa hingga usia setua ini, Bu?”

    Bu Sri :”Sebenarnya iya, Pak. Hanya ibu tidak tahu harus berbuat apa.”

    Pak Karno :”Sama, Bu…”

    Keesokan harinya….

    Pak Karno :”Bu, ayo kita ke kebun lebih pagi dari kemarin. Bapak sudah tidak sabar ingin memanen tanaman cabai kita.”

    Bu Sri :”Baik Pak…(berlari mengejar Pak Karno).”

    Ketika sedang asyik memetik hasil cabai mereka, tiba-tiba datanglah sesosok makhluk.

    Bu Sri :”Pak..Pak…dia datang Pak.”

    arah istrinya).”

    Raksasa :”Haahhaahhaa….aku yang datang. Hahahahaaa…”

    Pak Karno :”Oh…ma..maaf tuan, kami berencana akan segera mengantarkan hasil panen kali ini seperti biasanya.”

    Raksasa :”Hahahaha…kau fikir aku menginginkan hasil panenmu yang berupa cabai kali ini? Kau seperti sengaja menggantikan tanamanmu agar aku tidak bisa memakannya…hahhahaha.”

    Pak Karno :”Ti..tidak tuan…tidak begitu.”

    Raksasa :”Ah sudahlah…aku tahu kau dan istrimu merasa kesepian, ini aku berikan sebuah bibit kepadamu.”

    Pak Karno :”Setelah isi dari tanaman ini berusia tiga tahun apakah kau akan mengambilnya seperti halnya di cerita dongeng itu hai tuan.”

    Raksasa :”Hahahaha…kau terlalu sering membaca dongeng rupanya. Kita lihat saja nanti.”

    Pak Karno :”Ba…baiklah tuan.”

    Sang raksasa pun pergi tanpa memberitahukan kapan akan kembali.

    Pak Karno :”Bu, ayo segera kita tanam bibit pemberian tuan raksasa.”

    Bu Sri :”Ayo, Pak…”

    Seminggu kemudian…

    Bu Sri :”Pak, labunya sudah kuning. Ayo kita petik, Pak…”

    Pak Karno :”Ayo bu…Bapak juga sudah tidak sabar.”

    Mereka berdua pun membelah labu yang telah matang tersebut dan mereka terkejut ketika menjumpai seorang bayi.

    Bu Sri :”Pak, ada bayi pak…ayo ambil Pak…”

    Pak Karno :”Iya bu…kita punya bayi sekarang.”

    Pak Udin dan bu Lastri yang mendengar kabar bahagia itu pun segera mendatangi tetangganya itu.

    Bu Lastri :”Bu Sri, selamat yaa… Akhirnya punya bayi seperti yang diinginkan.”

    Bu Sri :”Iya bu. Terimakasih banyak.”

    Pak Udin :”Semoga bisa merawat bayinya dengan baik ya Pak.”

    Pak Karno :”Semoga Pak, saya juga berharap demikian.”

    Pak Karno dan Bu Sri pun merasa begitu bahagia luar biasa karena impian mereka memiliki seorang bayi kini telah tercapai.

    Bu Sri :”Pak, bagaimana memberi makan bayi ini Pak? Ibu kan tidak memiliki ASI.”

    Pak Karno :”Wah, iya ya bu..”

    Bu Sri :”Bagaimana ini Pak?”

    Pak Karno :”Oh begini saja bu, besok pagi-pagi sekali bapak ke kota untuk membeli susu. Malam ini ibu beri air tajin saja dulu.”

Pertanyaan Lainnya